Mengenal Tarian dan Musik Khas Maluku Utara


Untuk bisa mengenal berbagai macam tarian dan musik khas Maluku Utara, ada baiknya mengenal terlebih dahulu pulau-pulau yang ada di sana. Di provinsi dengan ibu kota Soffifi ini terdapat beberapa pulau dengan keanekaragaman budayanya masing-masing, di antaranya Pulau Halmahera, Pulau Bacan, Pulau Morotai, Pulau Gebe, Pulau Makiyan, Pulau Koya, Pulau Cibi, Pulau Obi, Pulau Ternate, Pulau Taliabu, dan Pulau Tidore.

Alat Musik Tradisional Maluku Utara

Musik masyarakat Maluku Utara memiliki karakter tersendiri. Beberapa alat musik yang sering digunakan dalam tarian dan acara adat terdiri atas alat musik tabuh, tiup, dan petik. Alat musik tabuh atau pukul khas Maluku Utara yaitu tifa dan totobuang. Alat musik tiup yang khas adalah alat musik yang terbuat dari kulit kerang utuh bernama kulit bia. Alat musik ini mendengungkan suara seolah pendengarnya dekat dengan pelabuhan. Ukulele dan hawaiian adalah alat musik petik yang biasa digunakan dalam acara bernyanyi khas masyarakat Maluku. Katreji adalah tarian tradisional Maluku

Utara yang banyak menggunakan alat musik hawaiian.
Masyarakat Maluku Utara juga mengenal sawat, alat musik yang merupakan perpaduan budaya Maluku dan Timur Tengah. Alat musik sawat yang terdiri dari seruling dan rebana mengeluarkan suara khas Timur Tengah ketika dimainkan. Alat musik ini dahulu dibawa oleh bangsa Arab yang masuk ke wilayah Maluku dengan tujuan menyebarkan ajaran agama Islam.

Jenis Tarian Maluku Utara

Beragam jenis alat musik tersebut sering dimainkan dalam mengiringi tarian dan musik khas Maluku Utara. Ada beberapa jenis tarian khas Maluku Utara yang cukup dikenal masyarakat dalam dan luar negeri.

Tari Tide-Tide

Tari tide-tide adalah tarian khas Pulau Halmahera dan biasa dipentaskan dalam pesta rakyat atau acara adat perkawinan. Tari tide-tide adalah tari pergaulan yang dibawakan oleh kelompok penari pria dan wanita berjumlah 12 orang. Alat musik pengiringnya adalah tifa, biola, dan gong.

Tarian Legu-Legu

Tarian khas Pulau Ternate ini biasa dipentaskan di lingkungan Kerajaan Ternate. Dalam sekali pementasan, tarian ini dibawakan oleh 5-25 orang penari secara bersamaan. Bagi orang Ternate, tarian ini sangat sakral. Orang yang pantas membawakannya adalah para gadis yang masih perawan.

Tarian Bambu Gila

Tari yang menggunakan bambu sebagai medianya ini banyak dimainkan di wilayah Ternate. Sebanyak 7 orang pria dewasa memegang bambu sepanjang 2,5 meter dan diameter 8 cm bersamaan dengan diiringi lagu beraroma mistis.
Demikian informasi mengenai berbagai macam tarian dan musik khas Maluku Utara.

Selanjutnya : Teknik Masak Daging Kambing Tanpa Bau Prengus
Sebelumnya: Tanda-tanda Keracunan Iodine dan Pengobatannya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar