Tata Cara Penulisan Gelar Akademik yang Benar


Bagaimana tata cara penulisan gelar akademik yang benar? Gelar merupakan sebuah kehormatan yang diberikan kepada seseorang yang telah menyelesaikan studinya di sebuah perguruan tinggi stau sekolah tinggi. Dalam masyarakat, penulisan gelar yang ada di belakang nama, seringkali ditulis dengan tidak tepat.

Apalagi setelah adanya keputusan menteri tentang adanya perubahan gelar dari Doktorandus menjadi Sarjana. Inilah yang kemudian menyebabkan banyaknya salah penulisan gelar akademik pada seseorang. Oleh karena itu, pengetahuan tentang tata cara penulisan gelar akademik yang benar diperlukan bagi masyarakat.

Penulisan Gelar Akademik

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menuliskan gelar seseorang terutama dalam penggunaan tanda titik dan koma, antara lain sebagai berikut.

1. Gelar ditulis dengan menggunakan tanda titik sebagai pemisah antara kata tingkatan akademik dan bidangnya, serta di bagian belakang gelar tersebut seperti S.Pd. untuk Sarjana Pendidikan, dan M.Pd. untuk Magister Pendidikan.

2. Tanda koma digunakan di antara nama seseorang dan gelarnya. Misalnya, Nazwa Wahab, S.Si., Nino Agustav, M.M..

3. Jika gelar yang ditulis lebih dari satu, tanda koma digunakan di antara gelar-gelar tersebut. Misalnya, Andri Hidayat, S.E., S.H., M.M..

Selain itu, penulisan gelar doktor pun sering salah kaprah. Ada sebagian orang yang menulis gelar doktor dengan tulisan ”DR.”. Padahal, penulisan yang benar adalah huruf D ditulis dengan huruf kapital dan huruf R ditulis dengan huruf kecil menjadi ”Dr.”. Penulisan ini juga sering terbalik dengan penulisan gelar dokter yang ditulis dengan huruf kecil pada kedua hurufnya menjadi ”dr.”.

Di Indonesia, selain sarjana (S1), master (S2), doktor (S3), ada juga beberapa gelar sesuai tingkatan pendidikan yang ditempuh, yakni Ahli Pratama (A.P.) untuk D1, Ahli Muda (A.M.) untuk D2, Ahli Madya (A.Md.) untuk D3, dan Ahli (A.) untuk D4.

Meskipun banyak tingkatan pendidikan yang dapat ditempuh, banyak orang yang lebih memilih D3 dan S1 untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SMU. Oleh karena itu, kebanyakan lulusan perguruan tinggi ini memiliki gelar sarjana dan ahli madya.

Demikianlah, sedikit ulasan tentang tata cara penulisan gelar akademik yang benar. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Selanjutnya : Tempat-Tempat Misteri di Indonesia
Sebelumnya: Pembahasan Membuat Cerita Menjadi Narasi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar