Tema Novel Jalan Tak Ada Ujung


Merupakan hal menarik saat kita membaca sebuah cerita, apalagi dengan mengetahui apa yang menjadi temanya. Di sini, kita coba lihat lebih jauh mengenai tema novel Jalan Tak Ada Ujung. Pengertian novel ialah salah satu karya fiksi prosa, umumnya ditulis dalam sebuah bentuk kisah menarik. Orang yang menulis novel adalah novelis. Asal mula kata novel berasal dari bahasa Italia, yaitu novella yang artinya “sebuah kisah atau sepotong berita”.

Dalam pembuatan novel, sekurang-kurangnya sekitar 40.000 kata dan dari alur ceritanya lebih kompleks dari pembuatan cerpen dan lebih fleksible. Biasanya, novel berkisah pemain-pemain dalam cerita tersebut dan tingkah laku mereka di dalam kehidupannya, biasanya suatu kehidupan yang terlihat asing dalam sebuah novel akan menjadi daya tarik pembaca.

Dalam bahasa Indonesia, novel dan roman berbeda. Dari segi alur, roman cerita lebih umum dan jumlah orang yang mengambil peranan dari kisah tersebut lebih banyak. Kisahnya bisaanya mulai dari kecil sampai dewasa, bahkan menghembuskan napas.

Novel yang berjudul Jalan Tak Ada Ujung, sebuah karya sastra yang ditulis oleh Mochtar Lubis, pertama kali diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1952. Balai Pustaka ini adalah penerbitan pemerintah pada saat itu. Novel Jalan Tak Ada Ujung menjadi salah satu kisah yang menarik dan patut diacungkan jempol pada saat itu. Kelebihan novel ini dari segi cerita benar-benar nyata memberikan gambaran kisahnya selain itu dari segi menceritakan setiap tokoh pun begitu unik dan sangat terlihat peran masing-masing tokohnya begitupun dari segi tempat kisah ini dibuat dengan sejelas mungkin agar pembaca bisa semakin larut dalam kisah ini.

Novel Jalan Tak Ada Ujung ini adalah kisah seorang guru yang bernama Isa. Ia adalah seorang yang pada masa terjadinya perang pada zaman revolusi begitu ketakutan, bukan hanya karena adanya perang, tetapi juga karena masalah keluarganya.

Merupakan hal yang menarik saat kita bisa telah memahami tema novel Jalan Tak Ada Ujung. Pembaca bisa semakin jelas mendapat sesuatu hal yang berbeda dan menarik dari kisah ini. Jadi, tidak ada salahnya, kita coba membuka kembali novel-novel tempo dulu karena tema yang ditawarkan membuat kita ingin berulang-ulang untuk membacanya. Mari kita coba untuk lebih banyak membaca!

Selanjutnya : Bukti Peninggalan Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris (Mesopotamia)
Sebelumnya: Menjaga Kesehatan Sel Saraf Motorik Anak Sejak Dini
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar