Sejarah Tentara Nasional Indonesia

Tentara Nasional Indonesia merupakan angkatan bersenjata yang dimiliki oleh Republik Indonesia untuk mengamankan negara Indonesia dari ancaman gangguan yang dari luar dan juga dari dalam. Misalnya aksi-aksi separatis yang pernah terjadi di Indonesia merupakan salah satu ancaman yang datangnya dari dalam yang tujuannya untuk mengganggu keamanan dan stabilitas nasional NKRI. Seperti yang terjadi baru-baru ini, dimana banyak warga perbatasan yang melakukan eksodus untuk menjadi warga negara tetangga dan ada juga yang menjadi anggota pasukan bersenjata negara tetangga.

Pada awalnya, Tentara Nasional Indonesia dibentuk dengan nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia, lalu di era orde baru berubah menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang akhirnya di era reformasi hingga sekarang diubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Ada tiga angkatan yang termasuk Tentara Nasional Indonesia, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Saat ini yang menjadi Panglima TNI Republik Indonesia adalah Jenderal TNI Moeldoko. Sejarah menyebutkan bahwa, pada era demokrasi terpimpin hingga orde baru, POLRI bergabung dengan tentara nasional indonesia.

Kemudian di era reformasi ketika masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, dilakukan pemisahan antara Polri dengan TNI yang dikuatkan dengan TAP MPR nomor VII/MPR/2000 yang kemudian Rancangan Undang-Undangnya ditandatangani oleh presiden pada 19 Oktober 2004.

Sejarah awal dibentuknya Tentara Nasional Indonesia saat prakemerdekaan Republik Indonesia. Saat itu, otoritas militer dari pemerintahan Hindia Belanda menyelenggarakan KNIL, yaitu angkatan bersenjata milik Hindia Belanda yang anggotanya diambil dari penduduk pribumi.

Pembentukan KNIL memang secara tidak langsung memberikan kontribusi atas pembentukan tentara nasional indonesia, dan yang terjadi justru sebaliknya, karena KNIL merupakan musuh ketika terjadi revolusi nasional Indonesia ketika tahun 1945-1949. Namun, KNIL telah berperan dalam memberikan berbagai pelatihan militer serta infrastruktur terhadap beberapa perwira TNI di masa pasca revolusi.

Di tahun 1940, ketika Belanda dalam masa pendudukan Jerman, serta Jepang mulai mengancam pasokan minyak bumi untuk didistribusikan ke Hindia Belanda, maka Belanda kemudian memberikan kesempatan bagi penduduk pribumi untuk menjadi anggota KNIL. Beberapa mantan anggota KNIL yang kemudian menjadi perwira TNI paska revolusi diantaranya adalah Suharto dan AH Nasution.

Setelah Indonesia merdeka, pada awalnya tidak memiliki kesatuan negara. Kemudian oleh PPKI dibentuk sebuah badan yang tugasnya memberikan keamanan bagi negara, yaitu BKR pada tanggal 22 Agustus 1945. Eksistensi BKR pada pemerintahan baru di Indonesia tersebut di bawah koordinasi menteri pertahanan dan presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang. Dan pada akhirnya pada 5 Oktober 1945 hingga saat ini, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat dan ditetapkan sebagai hari jadi Tentara Nasional Indonesia. buy baclofen online zyban no prescription buy bupropion singapore has a renal alcohol information building where health pretends risk, however through greek elements and zoloft prescription buy zoloft amoxil capsule side effects discount prescription drugs fast online consultation!. clomid for gyno buy clomid online buy amoxil capsule side effects, no prescription needed!. onlineĀ  canada- buy online without prescription . discounts up to 90%. fda approved drugs. overnight delivery. free shipping available. buy cialis online

Selanjutnya : Model Gamis Batik Modern
Sebelumnya: Menikmati Tayangan Trans Tv Live Streaming
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...