Dasar Teori Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)


Teori Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) secara umum membahas tentang kesehatan dan keselamatan pekerja di lingkungan kerja dan hasil kerja. Heinrich (1931) disebut juga sebagai peletak dasar teori keselamatan kesehatan kerja ini. Teorinya  lebih dikenal dengan Teori Domino.

Dalam teori tersebut, dijelaskan bahwa dalam setiap kecelakaan kerja yang menimbulkan cedera, ditemukan lima rangkaian kejadian yang sejajar dan berurutan. Faktor yang terkait dalam rangkaian tersebut adalah:

•    Kebiasaan

•    Kesalahan manusia

•    Perbuatan atau kondisi yang tidak aman,

•    Kecelakaan

•    Cedera atau kerugian

Dasar Pemahaman K3

Tidak bisa dipungkiri jika produktivitas sebuah perusahaan, salah satunya bergantung pada peran serta pekerjanya. Di sisi lain, produktivitas tenaga kerja memerlukan dukungan dan jaminan keselamatan dalam bekerja.  Dengan kata lain, produktivitas tenaga kerja akan meningkat, jika terjadi hubungan kerja yang damai (Peaceful Industrial Relations) antara pekerja, proses bekerja dan lingkungan kerja serta kesehatan pekerja dan lingkungannya.

Namun kenyataannya penerapan K3 masih jauh dari harapan. Hal ini bisa saja terjadi karena kurangnya pemahaman teori beserta aplikasinya, baik dari pekerja maupun pihak manajemen. Secara sederhana, pemahaman teori K3 bisa ditelusuri lewat pemahaman konsep berikut:

1.    Kesehatan kerja, diartikan sebagai suatu keadaan ketika kesehatan pekerja, lingkungan kerja dan hasil kerja yang dihasilkan kondisinya sehat. Penerapannya dilakukan untuk meningkatkan kulitas hidup tenaga kerja melalui peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit akibat kerja meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan dan pemberian makan dan minum bergizi.

2.    Keselamatan kerja, keselamatan kerja bisa diartikan sebagai terhindar dari bahaya saat melakukan pekerjaan. Karena ini berhubungan dengan pekerjaan maka keselamatan kerja adalah keselamatan yang berhubungan dengan peralatan kerja, bahan, proses kerja, tempat atau lingkungan kerja dan cara melakukan pekerjaan.

Beberapa Istilah Penting dalamTeori K3

Dalam beberapa wacana, K3 disebut juga sebagai ilmu pengetahuan dan penerapan guna mencegah kemungkinan terjadinya  kecelakaan dan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja.

Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, istilah-istilah bahaya yang sering ditemui dalam lingkungan kerja meliputi beberapa hal, yaitu:

•    Potensi Bahaya (hazard)

•    Tingkat bahaya (danger)

•    Risiko (Risk)

•    Insiden (Incident)

•    Kecelakaan (accident)

•    Aman/Selamat

•    Tindakan tidak aman (Unsafe action)

•    Keadaan tidak aman (Unsafe condition)

Pentingnya Penerapan dan Manajemen K3

1.    Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi–tingginya.

2.    Sebagai upaya untuk mencegah dan memberantas penyakit dan kecelakaan akibat kerja.

3.    Memelihara dan meningkatkan kesehatan dan gizi para tenaga kerja.

4.    Merawat dan meningkatkan efisiensi dan daya produktifitas tenaga manusia,

5.    Memeberantas kelelahan kerja dan melipatgandakan gairah serta kenikmatan bekerja.

Info mengenai teori keselamatan kesehatan kerja hampir selalu menarik, terutama di mata para pekerja.

Selanjutnya : Pentingnya Pengolahan Sampah yang Dihasilkan Industri
Sebelumnya: Pengaruh Masa Demokrasi Terpimpin Terhadap Perpolitikan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar