Teori-Teori Belajar dalam Psikologi


Setiap individu memiliki karakter belajar yang berbeda-beda. Pentingya mengetahui teori-teori belajar dalam psikologi dapat membantu individu untuk mengenali aspek kognitif, afektif, dan psikomotor yang ada dalam diri individu, sehingga ia dapat menyesuaikan gaya belajar yang tepat. Pada akhirnya, seseorang dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya secara maksimal.

Selain itu, teori belajar perlu dipelajari oleh para para pendidik dan orangtua untuk mendukung pembentukan karakter pribadi anak, sehingga anak menjadi mandiri dan cerdas. Dengan memahami teori belajar, orangtua dan guru dapat berkompromi dengan berbagai macam karakter anak atau siswa dan menemukan kondisi belajar yang sesuai untuk memacu optimalisasi potensinya.

Teori belajar yang banyak dikemukakan dalam ilmu psikologi adalah teori behaviourisme, koneksinonisme, dan conditioning. Berikut sekilas penjelasan teori-teori belajar dalam psikologi.

1.    Behaviorisme

Behavior dalam bahasa inggris berarti sikap atau tingkah laku. Teori ini dikemukakan oleh beberapa tokoh, antara lain Gage, Berline, J.B Watson, Thondike, dan Pavlov. Inti dari teori behaviorisme adalah perubahan tingkah laku satu indvidu merupakan hasil pengalaman belajar. Teori ini menekankan pada stimulus yang diberikan guru dan respons yang dihasilkan siswa.

2.    Koneksionisme

Tokoh teori ini adalah Edward. L Thorndike. Menurut teori ini, selain stimulus dan respons, ada faktor lain yang mempengaruhi belajar seseorang, misalnya motivasi, reward atau hadiah, dan hukuman.

3.    Conditioning

B.F Skinner mengembangkan teori Thorndike, yaitu akibat menyenangkan dari sebuah respons atau dikenal sebagai law of effect. Thorndike memberikan penguatan ke dalam hukum tersebut. Thorndike mengatakan perilaku yang bisa menguatkan akan cenderung berulang dan yang tidak mampu menguatkan akan cenderung terhapus.

Teori ini salah satu teori mutakhir yang banyak digunakan oleh ahli psikologi modern. Dalam teorinya, belajar diasumsikan sebagai perilaku dan perubahannya yang terlihat dalam keseringan respons, yaitu fungsi dari sebuah kejadian di sebuah kondisi. B.F Skinner dianggap bapak teori conditioning dalam teori-teori belajar dalam psikolog karena teorinya yang banyak bersesuaian dengan pemikiran-pemikiran modern mengenai pendidikan.

Demikianlah ulasan tentang teori-teori belajar dalam psikologi yang dapat bermanfaat bagi perkembangan anak. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Inilah Pembagian Macam-Macam Koloid
Sebelumnya: Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Pita
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar