Test Warna Masuk Polisi


Test warna masuk polisi seringkali membuat banyak calon polisi menjadi tidak lulus. Tidak ada cara bagi para penderita buta warna ini untuk lolos tes buta warna. Ini dikarenakan buta warna merupakan kelainan yang ada pada mata. Dan hal ini telah terjadi secara genetis dari bayi, sehingga tidak dapat disembuhkan. Pada penderita buta warna, penglihatan matanya tidak mampu untuk bekerja dengan normal. Hal ini membuat penderita tidak dapat untuk membedakan warna beserta bentuk dari benda-benda yang dilihatnya.

Beberapa instansi dan perusahaan biasanya akan melakukan tes buta warna pada para calon karyawannya. Itulah sebabnya, ketika ada test CPNS atau beberapa perusahaan, untuk beberapa bidang harus melakukan tes buta warna. Tes buta warna bisa dilakukan sendiri dengan memberikan surat lulus tes buta warna dari dokter yang memeriksa, atau dilakukan sendiri oleh instansi atau perusahaan yang terkait.

Biasanya alat untuk tes buta warna berupa gambar angka yang disusun dari titik-titik berwarna-warna campuran. Sangat mirip dengan kulit tokek. Orang yang dites buta warna harus mengetahui angka berapa yang sedang ia lihat, dan warna apa yang ada pada gambar tersebut.

Tes Buta Warna untuk Masuk Polisi

Tes warna masuk polisi adalah salah satu syarat wajib untuk menjadi anggota kepolisian. Ini dikarenakan, polisi akan sangat berhubungan dengan sendi kehidupan manusia, dan tentunya ia tidak boleh buta warna. Misalnya, untuk mengetahui warna mobil atau plat mobil.

Ia tidak boleh tidak mengetahui warna dari lampu lalu lintas, hingga ciri-ciri khusus dari penjahat yang sedang dikejar, yang sangat berhubungan dengan warna. Hal ini sangat fatal. Seorang polisi bisa salah mengenali sesuatu hanya karena ia buta warna. Untuk itulah, seorang polisi tidak boleh memiliki penyakit buta warna.

Tes Masuk Polisi lainnya

Selain tes buta warna ada beberapa tes lagi yang harus dijalani seorang calon polisi, seperti tes kesehatan. Tes kesehatan sendiri meliputi Kesehatan Gigi dan Mulut, kesehatan Telinga, Hidung, dan tenggorokan.

Ini memang merupakan syarat wajib, dikarenakan seorang polisi harus sehat semua indranya. Ia harus dapat menggunakan seluruh anggota tubuhnya untuk dapat melindungi masyarakat dari ancaman yang berbahaya. Kemudian ada pula tes fisik, tes psikologi dan tes akademik.

Gagal dalam test warna masuk polisi seringkali membuat para peserta calon polisi menjadi down, dan merasa takut tidak memiliki pekerjaan. Padahal, hal ini tidak boleh ditakuti. Ada beberapa bidang pekerjaan yang memang tidak boleh buta warna. Akan tetapi, masih banyak pekerjaan lain di luar sana, yang bahkan tidak hanya para penderita buta warna, tapi orang cacatpun masih bisa lakukan.

Selanjutnya : Materi Olahraga Arus Deras bagi Pemula
Sebelumnya: Universitas di Yogyakarta yang Ada Jurusan Akuntansi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar