Tokoh Filsuf Dunia – Nama-nama Filsuf di Dunia

Pada zaman dahulu teknologi dan ilmu pengetahuan belumlah luas seperti sekarang, banyak orang yang mencari mengenai konsep kebenaran, konsep ketuhanan, dan konsep ilmu pengetahuan. Karena banyaknya orang yang berpikir segala sesuatu dari awal, maka mereka memiliki konsep yang berbeda-beda. Perbedaan konsep tokoh filsuf dunia inilah yang banyak dikaji pada zaman sekarang, khususnya dalam ilmu filsafat.

Tokoh-tokoh Filsuf

Apakah Anda pernah mendengar filsuf yang memiliki gelar bapak astronomi modern? Filsuf tersebut bernama Nocholaus Copernicus, ia merupakan seseorang yang sangat cerdas dan belajar banyak bidang keilmuan, mulai dari kedokteran, hukum gereja, astronomi, bahasa Yunani, dan lain sebagainya. Saat terlahir sebagai anak seorang saudagar di Polandia, ia memiliki ambisi yang kuat akan ilmu pengetahuan, sehingga berbagai gelar akademik pun berhasil ia raih.

Pada saat ia dilahirkan gereja memiliki doktrin yang kuat terhadap masyarakat, sehingga orang-orang pada masa itu harus mengikuti segala prinsip keilmuan yang berasal dari gereja. Namun, Nicholaus Copernicus ternyata tidak sependapat dengan hal itu terutama tentang teori bahwa bumi merupakan pusat alam semesta.

Ia memiliki anggapan bahwa bumi berputar pada porosnya selama 24 jam penuh setiap putaran dan berputar mengelilingi matahari. Anggapan itu dianggap sesat oleh pihak gereja, sehingga ia memiliki taktik untuk mempublikasikan karyanya sebelum ia meninggal dunia. Teori yang ia kemukakan tersebut bernama teori helosentris.

Pada saat itu, Nicholaus Copernicus merekontruksi ulang semua alat yang digunakan astronom zaman dulu untuk menguatkan teorinya. Ia mencari pergerakan bintang yang aneh di alam semesta karena ia meyakini bahwa teori helosentris memiliki kebenaran yang mutlak.

Copernicus sebenarnya bukanlah orang yang pertama kali memilikirkan teori helosentris, konsep yang sama ia temukan pada pemikiran filsuf, astronom, dan cendikiawan muslim zaman dulu. Seperti Nashiruddin Tusi, Mu’ayyiduddin Urdi, Ibnu Satir, dan Ibnu Rusydi (Averroes). Teori-teori para filsuf zaman dahulu itu dikembangkan dengan baik oleh Copernicus, sehingga ia sampai pada kesimpulan bahwa bumi bukanlah pusat alam semesta seperti yang diungkapkan oleh gereja.

Pada saat Copernicus hidup, teorinya tidak dianggap oleh masyarakat, namun setelah Galileo Galilei menyebarluaskan teori tersebut secara terang-terangan banyak orang yang sadar mengenai konsep yang menggebrakan ilmu astronomi pada masa lampau. Galileo pun harus mendapat hukuman dari pihak gereja karena dianggap sesat dengan dihukum kurungan rumah seumur hidup.

Namun, jasa dari Galileo ini mengantarkan teori karya Copernicus sebagai teori yang revolusioner, sehingga banyak yang menyebutkan bahwa teori helosentris merupakan bagian terhebat dari revolusi Copernicus. Copernicus pun dianggap sebagai bapak astronomi modern yang menyumbangkan karya yang hebat bagi kemajuan ilmu astronomi dunia.

Demikianlah penjelasan mengenai tokoh filsuf Nicholaus Copernicus. Semoga dapat menambah khasanah pengetahuan Anda.

Loading...
Selanjutnya : Apa Saja Pantangan Asam Urat?
Sebelumnya: Pesona Pantai Dreamland di Bali
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar