Jose Rizal Tokoh Gerakan Nasionalisme Filipina


Pada sekitar abad XX, gerakan politik nasionalis Filipina mulai menggeliat, salah satu tokoh gerakan nasionalisme Filipina ialah Jose Rizal. Ia lahir 19 Juni 1861 di Laguna, Filipina. Jose Rizal memiliki nama lengkap José Protacio Rizal Mercado y Alonso. Ia seorang Filipina yang berdarah Tiongkok, Spanyol, Jepang, dan Negrito. Ia mendapat pendidikan bangku kuliah di Universidad Central de Madrid, Universitas Paris, dan Universitas Heidelberg.

Biografi Joze Rizal

Dalam usia yang sangat muda, Jose Rizal menemukan gagasan politik yang lahir dari situasi di sekitarnya. Ia menyuarakan kebebasan dan hak individu bagi bangsa Filipina yang cenderung dipinggirkan dan ditekan oleh pemerintah Spanyol. Rizal juga merupakan pejuang rakyat yang lebih menjunjung perdamaian dalam setiap usahanya dan bukan melalui kekerasan.

Beberapa tuntutan diajukan oleh Joze Rizal. Seperti agar Filipina dijadikan wilayah Provinsi Spanyol, persamaan hak bangsa Filipina dengan bangsa Spanyol, perwakilan rakyat Filipina di Cortez (parlemen), gereja-gereja Filipina di bawah pimpinan imam Filipina bukan Spanyol, serta kebebasan berserikat dan bersuara.

Jose Rizal berusaha memperjuangkan pembaruan sosial-politik di Filipina, usaha yang dilakukannya pun lebih melalui cara-cara yang legal. Akan tetapi, gerakan ini dibubarkan oleh pemerintah.

Selain dikenal sebagai “Pahlawan Universal” yang memperjuangkan hak dan kebebasan melewati batas ras dan agama, Jose Rizal dikenal pula sebagai penyair, penulis drama, dan novelis berbakat nan masyhur. Novel karya Jose Rizal yang terkenal ialah Noli Me Tangere (1887) dan El Filibusterismo (1891). Novel tersebut menjadi kritik atas penjajahan Spanyol di Filipina. Karya tersebut menjadi salah satu penyebab ia dimusuhi oleh pemerintah.

Pada tahun 1896, sebuah kelompok rahasia nasionalis Katipunan memberontak. Pemberontakan meluas menjadi revolusi nasionalis besar-besaran. Ketika itu, Jose Rizal yang berada dalam perjalanan dari Kuba ditangkap dan dituduh terlibat mengobarkan pemberontakan.

Ia diadili dan dinyatakan bersalah atas tuduhan pemberontakan dan kemudian dijatuhi hukuman mati. Ia meninggal pada 30 Desember 1896 di Zamboangan, Filipina pada usia 35 tahun. Jose Rizal adalah tokoh gerakan nasionalisme Filipina selain Andres Bonifacio dan Emilio Aguinaldo.

Selanjutnya : Sistem Pembukuan Keuangan Selama Satu Periode Akuntansi
Sebelumnya: Jenis-jenis Kawat Gigi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar