Tokoh Kedaulatan Negara dan Teori Kedaulatan


Tokoh kedaulatan negara pada dasarnya sepakat bahwa kedaulatan adalah hak eksklusif dalam penguasaan suatu wilayah pemerintahan dan masyarakatnya. Bisa juga dikatakan bahwa kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi dalam suatu negara terhadap rakyat dan wilayah kenegaraannya.

Jean Bodin sebagai salah satu tokoh kedaulatan negara yang paling berpengaruh, mengatakan bahwa kedaulatan merupakan kekuasaan tertinggi yang mengatur hukum negara. Adapun sifat-sifat kedaulatan sebagai berikut.

  • Permanen, berarti kedaulatan tersebut akan ada sepanjang negara masih berdiri. Ini pun berarti kedaulatan akan tetap sama sekali pun pemegang kekuasaan/kedaulatan/pemerintahan telah berganti.
  • Absolut, berarti tidak ada kekuasaan lain yang lebih tinggi dari negara.
  • Bulat, berarti kedaulatan yang ada dalam satu negara hanya ada satu, tidak ada negara atau kekuasaan lain yang boleh berdiri di atas kedaulatannya.
  • Tidak terbagi, berarti kedaulatan tersebut haruslah utuh dan tak terbagi-bagi pada pihak atau golongan mana pun yang ada dalam suatu negara.
  • Tak terbatas, berarti bahwa kedaulatan tersebut tak bisa dibatasi oleh siapa pun, oleh apa pun. Sebab pembatasan terhadap kedaulatan, berarti mengilangkan cirinya sebagai kekuasaan yang tertinggi.

Jean Boddin kemudian membagi kedaulatan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

  1. Kedaulatan intern yang berupa kekuasaan negara dalam mengatur fungsinya
  2. Kedaulatan ekstern, berupa kekuasaan tertinggi dalam mengatur pemerintahan, juga dalam memelihara kesatuan bangsa dan keutuhan wilayahnya.

Teori Kedaulatan

Dalam ilmu tata negara, kedaulatan bisa dibagi menjadi lima teori dasar, yaitu sebagai berikut.

1. Kedaulatan Tuhan

Kedaulatan Tuhan, menyatakan bahwa Tuhan telah meletakkan kekuasaan tertinggi pada suatu negara lewat pemerintahannya. Dasar pemikiran lainnya adalah bahwa alam dan segenap isinya merupakan ciptaan Tuhan.

Karenanya, pemegang kekuasaan haruslah dianggap sebagai wakil Tuhan yang suci, mutlak dan harus dipatuhi rakyatnya. Teori seperti ini didukung oleh beberapa tokoh utama, seperti Thomas Aquino, Agustino dan Hegel.

2. Teori Kedaulatan Raja

Teori kedaulatan raja, menyatakan bahwa raja dan keturunannya adalah pemegang kekuasaan tertinggi. Hal itu terjadi karena raja merupakan keturunan dewa atau wakil Tuhan, dengan demikian ia memiliki kekuasaan yang sifatnya mutlak, tak terbatas dan berlaku turun temurun.

3. Teori Kedaulatan Rakyat

Teori kedaulatan rakyat, menyatakan bahwa kekuasaan berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Karena itu, kekuasaan tertinggi suatu negara berada di tangan rakyat. Beberapa tokoh yang mendukung teori ini adalah JJ. Rosseau, Volltaire, John Montesquin.

4. Teori Kedaulatan Hukum

Teori kedaulatan hukum, menyatakan bahwa pemerintahan dalam suatu negara memperoleh kekuasaannya lewat hukum. Dengan kata lain, hukum adalah satu-satunya kekuasaan tertinggi yang ada dalam negara dengan sifatnya yang mengatur dan mengikat.

5. Teori Kedaulatan Negara

Teori kedaulatan negara, menyatakan bahwa negara adalah pemegang kekuasaan tertinggi. Tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam teori ini adalah Jean Bodin, George Jelleneck, dan Hegel.

Selanjutnya : Mengenal Lebih Jauh tentang Totok Wajah
Sebelumnya: Penampakan Makhluk UFO yang Masih Menjadi Misteri
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar