Mengenal Tokoh Wayang yang Baik

Ada sejumlah tokoh wayang yang baik dalam dunia pewayangan gagrak mahabarata dan ramayana. Wayang merupakan budaya nusantara yang berisikan tuntutan hidup. Tuntutan hidup berisikan nasehat, filosofi Jawa yang disisipkan dalam cerita pewayangan, maupun watak dari figure wayang.

Secara umum  wayang mengisahkan pertempuran antara kelompok hitam dan kelompok putih. Kubu putih diwakili oleh Pendawa beranggota lima orang yang merupakan anak dari Pandu dan Dewi Kunti.

Loading...

Sedangkan kubu hitam atau kelompok jahat, Kurawa terdiri atas empat orang ditambah satu lagi provokator ulung  Sengkuni. Selain itu pada  epos Ramayana, hadir tokoh Rama, Shinta, dan Hanoman sebagai tokoh baik, sedangkan musuhnya adalah raksasa dasamuka yang kejam dan jahat.

Tokoh Wayang

Berikut ini adalah sederet tokoh-tokoh pewayangan dari kelompok putih.

1. Pandawa Lima

Pandawa lima  merupakan cerminan dari tokoh baik dari epos mahabarata. Pandawa lima adalah anak dari pasangan Pandu dan Dewi Kunti. Urutan pandawa lima terdiri atas Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Kelima tokoh wayang ini mencermin watak baik manusia seperti Yudhistira, anak pertama Pandu. Pandu dikenal sebagai sosok pria yang bijaksana, penyabar, jujur, dan lebih suka berkompromi untuk damai dari pada memilih jalan perang.

Sedangkan adiknya Bima atau Werkudara merupakan sosok pria yang tegas, terbuka, dan tidak suka kompromi. Bima termasuk salah satu figur paling sering berdiri di garis depan saat konfrontasi dengan musuh-musuh pandawa. Demikian juga dengan Arjuna, sifatnya lembut, lemah gemulai, tapi memiliki watak yang keras, dan mahir menggunakan senjata.

2. Punakawan

Dalam tokoh pewayangan mahabarata versi Jawa, mengenal tokoh tambahan seperti punakawan.  Punakawan terdiri dari empat laki-laki jenaka ( semar, gareng petruk, dan bagong ). Semua itu hadir dari kalangan masyarakat bawah. Mereka merupakan para pengikut pandawa lima.

Tokoh pertama adalah Semar, merupakan tokoh sentral dia adalah ayah dari tiga anak-anaknya. Menurut kepercayaan jawa, Semar sebenarnya jelmaan dari dewa Sanghyang Tunggal.

Dalam cerita pewayangan semar merupakan tokoh penting dalam  menangkal siasat Sengkuni, tokoh provokator yang luar biasa licik. Semarlah yang mengetahui kelemahan Sengkuni. Semar juga membantu pandawa lima saat berperang.

Gareng adalah anak sulung Semar. Gareng ini punya sifat bertanggung jawab, dia adalah kakak yang baik bagi dua adiknya. Dia sangat hati-hati dalam bicara dan bertindak. Selain dia juga tidak pernah mengambil hak milik orang lain.

Demikian juga dengan petruk, meski tubuhnya jangkung dia sangat rendah diri dan tak suka aneh-aneh. Bagong anak bungsu, dia merupakan tokoh penurut, jujur dan tak suka basa-basi.

Demikianlah sedikit ulasan tokoh wayang yang baik. Semoga bermanfaat.

Loading...
Selanjutnya : Sekilas tentang Sistem Perekonomian Negara Swiss
Sebelumnya: Tempat Taman Safari Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar