Tradisi Arab Pra Islam yang Diadaptasi Islam


Tradisi Arab pada masa dulu dan masa kini, sebetulnya tidak jauh berbeda karena zaman Arab pra Islam telah menggambarkan masyarakat Arab yang berbudaya. Itulah sebabnya, saat pasca-Islam berkembang masih ada tradisi arab pra Islam yang diadaptasi dalam kehidupan masyarakat Arab. Hal tersebut ada dalam berbagai tradisi yang menjadi syariat dalam ibadah agama Islam.

Salah satu tradisi pra Isam yang diadaptasi oleh agama Islam di antaranya adalah pengagungan kabah dan tanah suci. Sebelumnya, hal ini lebih cenderung pada kepercayaan akan adanya dewa-dewa. Namun, setelah Islam berkembang, tujuannya tentu berbeda dan  kabah menjadi simbol kiblat bagi seluruh umat Islam di dunia dalam melaksanakan salat.

Tradisi lainnya yang berasal dari tradisi pra Islam yaitu mengagungkan bulan-bulan haram. Pada bulan-bulan ini, tidak diperbolehkan untuk berperang. Itulah sebabnya,  bulan ini diistimewakan. Tradisi ini bahkan terdapat di dalam ayat suci Alquran. Itulah sebabnya, seseorang yang melanggar hal ini akan mendapatkan dosa besar.

Tradisi lainnya yaitu haji dan umrah. Hal ini adalah bentuk tradisi dalam melakukan perjalanan-perjalanan kerohanian atau spiritual ke tempat-tempat tertentu. Perbedaannya hanya terletak pada lokasi perjalanan dan syariatnya saja. Karena tidak bisa dipungkiri, masyarakat Arab pada zaman pra Islam suka hidup nomaden.

Sakralisasi bulan Ramadhan juga termasuk tradisi yang mirip dengan tradisi masyarakat Arab sebelum Islam berkembang di sana. Bulan seribu bulan bagi orang muslim dan dilipatgandakannya kebaikan ataupun kejahatan umat Islam. Dengan kesakralan bulan Ramadhan, kaum muslim mengistimewakan bulan ini dengan lebih banyak melakukan ibadah dan beramal saleh.

Tradisi lainnya yaitu adanya penghormatan kepada Nabi Ibrahim dan Ismail. Hal ini disebabkan, pada zaman dulu sudah dianut agama lain, yaitu nasrani dan majusi yang memuliakan kedua nabi tersebut. Hasilnya, masyarakat Arab sebelum Islam telah mengikuti kebiasaan-kebiasaan nabi Ibrahim dan Ismail.

Keistimewaan hari Jumat juga termasuk tradisi yang diteruskan setelah zaman masuknya Islam di Arab. Zaman dulu, setiap hari Jumat, masyarakat berkumpul di kabah untuk memamerkan syair-syair  indah. Setelah Islam masuk, Jumat diistimewakan dengan salat Jumat berjamaah.

Sikap Islam terhadap tradisi Arab pra Islam sebetulnya menerima, hanya saja Islamlah yang meluruskan bahwa kebiasaan-kebiasaan baik tersebut dilakukan untuk tujuan Ibadah semata. Kebiasaan tersebut bukan untuk dijadikan syirik atau bentuk penistaan agama lainnya.

Selanjutnya : Tragedi Trisakti 1998
Sebelumnya: Perawatan Totok Perut dan Rumah Aura
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar