Tujuan Pembacaan Teks Proklamasi


Negara Indonesia mengumandangkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Teks proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno dan didampingi oleh Muhammad Hatta. Tujuan pembacaan teks proklamsi tersebut membuat seluruh rakyat Indonesia bersuka cita. Itu artinya, sejak hari itu Indonesia terbebas dari penjajahan.

Sejak tahun 1596 hingga 1945 Belanda telah menjajah Indonesia. Rentang waktu yang sangat lama ini membuat rakyat Indonesia menderita. Tak terbayangkan bagaimana kesusahan dan kepedihan rakyat Indonesia saat itu. Selain Belanda, Indonesia pun pernah dijajah oleh bangsa Jepang.

Pembacaan teks proklamasi sangat besar artinya. Tujuannya sangat jelas untuk menunjukkan ke mata dunia bahwa Indonesia telah terbebas dari belenggu penjajah. Indonesia bukan lagi negara jajahan dan telah menjadi sebuah negara yang merdeka.

Penyusunan Teks Proklamasi

Penyusunan teks proklamasi dilakukan di rumah Laksamana Takashi Maeda saat dini hari 17 Agustus 1945. Teks Proklamasi dirumuskan oleh Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. Ahmad Subarjo, dan disaksikan oleh Sukarni, B.M. Diah, Sudiro, serta teks tersebut diketik oleh Sayuti Melik. Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta menandatangani teks proklamasi atas nama Bangsa Indonesia.

Lalu tepat pada pukul 10.00, tanggal 17 Agustus 1945, hari Jumat, berlokasi di jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno. Tujuan pembacaan teks proklamasi untuk mempertegas kemerdekaan bangsa Indonesia di mata dunia. Memberitahukan seluruh dunia bahwa Indonesia terbebas dari penjajahan.

Kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih. Latief S. Suhud dan Tri Murti bertugas sebagai pembawa bendera. Bendera merah putih yang dikibarkan tersebut dijahit oleh Ibu Fatmawati. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang saat bendera dikibarkan. Sejak saat itulah bangsa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang merdeka.

Membentuk Kelengkapan Negara

Tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapakan kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan sidang untuk membentuk kelengkapan negara. Hasil sidang yang didapat menghasilkan:
1. Mengesahkan dan menetapkan UUD RI yang telah dipersiapkan oleh BPUPKI.

2. Memilih Ir. Soekarno sebagi presiden pertama Indonesia dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden pertama Indonesia.

3. Sebelum MPR terbentuk, presiden dibantu oleh Komite Nasional Indonesia Pusat.

Teks proklamasi sudah dibacakan. Tujuan pembacaan teks proklamasi pun sudah tercapai. Seluruh dunia kini telah mengetahui bahwa Indonesia bukan lagi negara sekutu apa pun. Bukan lagi negara jajahan.

Selanjutnya : Cerita Nemo Dalam Bahasa Indonesia Yang Seru
Sebelumnya: Penerapan Analisis SWOT dalam Kehidupan Pribadi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar