Sasaran dan Tujuan Tes Bahasa


Sasaran dan tujuan tes bahasa umumnya berbasis pada objek tertentu, siswa misalnya. Dalam suatu rangkaian evaluasi atau tes, perlu diketahui dengan jelas mengenai bidang-bidang yang menjadi sasaran penilaian berbahasa.

Setiap bidang mengandung aspek khusus yang meliputi konsep dan prinsip penilaian yang akan dijalankan. Sebelum mengetahui tujuan-tujuan dari tes bahasa, mari kita pahami terlebih dahulu mengenai sasaran penilaian kemampuan berbahasa.

Sasasan Tujuan Evaluasi Bahasa

  1. Sasaran aspek pengenalan (recognition). Menuntut siswa untuk mampu mengidentifikasi suatu fakta dan permasalahan berdasarkan ciri, definisi, dan contoh-contoh konkret.
  2. Sasaran kemampuan mengingat (recalling). Biasanya dilakukan dengan memberikan open-ended question, sehingga setiap jawaban bersifat unik dan pasti.
  3. Sasaran aspek pemahaman (comprehension). Menuntut siswa untuk dapat memberikan uraian terhadap suatu pertanyaan atau pernyataan. Biasanya, tes dengan aspek ini menggunakan bentuk essay, klarifikasi, atau penjelasan langkah-langkah.
  4. Aspek Afektif. Berkaitan dengan kepekaan akan stimulus yang diberikan, misalnya dalam menghadapi pertanyaan yang dihadapi, kondisi siswa saat memantapkan interaksi atau jawabannya, dan seterusnya.
  5. Aspek kognitif. Menuntut siswa untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tidak umum. Hal ini digunakan untuk mengukur seberapa besar pengetahuan siswa dalam hal berbahasa.
  6. Aspek psikomotorik. Menuntut siswa melakukan tugas-tugas produktif. Biasanya, aspek ini dilakukan dengan memberikan tugas observasi dan diskusi kepada siswa.
  7. Aspek reaktif dan interaktif. Dilakukan dengan melakukan pengamatan akan tindakan siswa selama proses pembelajaran bahasa. Hal ini ditujukan untuk mengetahui proses reaktif atau respon siswa terhadap pembelajaran dan permasalahan bahasa.

Tujuan Tes Bahasa

Secara umum, tes bahasa terfokus pada dua elemen utama yang meliputi kompetensi dan keterampilan berbahasa. Tujuan utamanya adalah untuk mencari informasi tentang kompetensi berbahasa dan mengukur tingkat keterampilan berbahasa. Kedua hal mendasar sebenarnya ditujukan untuk menerapkan kemampuan berkomunikasi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kompetensi dan keterampilan berbahasa yang baik, seseorang akan dapat dengan mudah mengungkapkan dan mengekspresikan ide dan pendapatnya dengan cara yang baik pula. Namun, untuk tujuan terperinci dalam proses pembelajaran bahasa, evaluasi bahasa ditujukan untuk beberapa poin seperti berikut.

  1. Memberikan informasi secara lengkap mengenai kemampuan berbahasa siswa.
  2. Memberikan informasi mengenai kemajuan siswa dalam proses pembelajaran bahasa, apakah siswa telah mencapai tujuan belajar yang ditetapkan sesuai kurikulum atau kesepakatan yang berlaku.
  3. Mendorong motivasi siswa untuk belajar lebih serta merangsang siswa untuk melakukan perbaikan terus menerus.
  4. Membantu Pembina kegiatan pembelajaran atau guru dalam menentukan strategi pembelajaran bahasa untuk diterapkan kedepannya, sehingga bisa benar-benar sesuai dengan kondisi nyata siswa pada umumnya serta memenuhi tujuan pembelajaran.

Demikian uraian mengenai pentingnya melakukan tes kebahasaan dan tujuan tes bahasa bagi para siswa. Semoga uraian tersebut bermanfaat.

Selanjutnya : Model Baju Gamis Sedang Trend Saat Ini
Sebelumnya: 7 Jenis Kata Dalam Bahasa Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar