Uji Kuantitatif Penulisan Ilmiah

Sebuah penelitian ilmiah dilakukan berdasarkan tujuan, pendekatan, tempat, pemakaian atau hasil, bidang ilmu yang diteliti, tahap penelitian, keilmiahan, spesialisasi bidang ilmu garapan, dan teknik yang digunakan.

Sebuah penelitian ilmiah tak bisa dilakukan secara sembarangan. Uji kuantitatif penulisan ilmiah harus dilakukan untuk mendukung teori yang sedang diteliti.

Loading...

Penulisan ilmiah atau penelitian ilmiah mempunyai alasan intelektual untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Misalnya, penulisan ilmiah yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa tentang bidang studi yang diambil, atau penulisan ilmiah seorang ahli dalam bidang yang digelutinya.

Jenis-Jenis Penulisan atau Penelitian Ilmiah

Penulisan atau penelitian ilmiah terbagi dalam beberapa jenis yang didasari oleh kriteria-kriteria tertentu. Beberapa kriterianya berdasarkan tujuan, bidang ilmu yang diteliti, teknik yang digunakan, penulisan ilmiah spesialisasi bidang ilmu garapan, dan lainnya.

Sebuah penulisan ilmiah akan selalu membahas persoalan yang diangkat. Penting dalam pembahasan masalah, terdapat tinjauan penemuan-penemuan penting berkaitan dengan penelitian.

Selain itu, perlu juga membahas mengenai pertimbangan penemuan-penemuan dalam hubungannya dengan penelitian atau penulisan ilmiah terdahulu. Pastikan penelitian ilmiah yang dibuat benar-benar dilakukan dengan data dan uji coba agar didapat hasil yang sempurna.

Uji Kuantitatif dan Uji Kualitatif

Sebuah penelitian atau penulisan ilmiah bertujuan untuk mendapatkan data atau pengetahuan terbaru tentang sesuatu yang sedang diteliti. Hasilnya diharapkan akan memberikan pengetahuan baru atau mempraktikkan teori ilmu yang sudah dibuat oleh para ahli ilmu pengetahuan yang bersangkutan.

Tentu saja dalam melakukan proses uji kualitatif dan uji kuantitatif, suatu objek penelitian tergantung dari objek dan analisis penelitian tersebut.

Misalnya, dalam sebuah penulisan karya ilmiah tentang penelitian batang kayu dan tumbuhan yang mengandung senyawa organik. Maka, uji kualitatif dan uji kuantitatif yang dilakukan harus benar-benar dengan melakukan uji coba pengambilan sampel batang kayu, baik kayu batangnya maupun kulit kayunya.

Pengujian terhadap kulit batang atau dalam kayu batang membutuhkan beberapa cairan kimia untuk mengetahui adanya unsur senyawa organik pada tanaman atau tumbuhan kayu.

Jika sudah dilakukan secara maksimal, akan didapat hasil uji kualitatif dan uji kuantitatif. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui hasil dengan tepat sehingga akan didapat pengetahuan baru mengenai berapa kadar unsur senyawa organik yang terdapat pada tumbuhan kayu.

Penting selalu diperhatikan untuk melakukan uji kuantitatif penulisan ilmiah dan juga uji kualitatif agar pembahasan penelitian mendapat hasil yang maksimal.

Loading...
Selanjutnya : Kata-kata Selamat Hari Jadi buat Anak Tersayang
Sebelumnya: Kata-kata Buat Tuhan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar