Kehidupan Umat Manusia Setelah Banjir Nabi Nuh AS

Kisah kaum Nabi Nuh AS dengan banjir bandang yang melanda mereka sudah menjadi cerita turun temurun yang diketahui oleh hampir seluruh orang. Banjir bandang yang terjadi pada zaman Nabi Nuh, memang dipercaya memusnahkan seluruh peradaban manusia beserta seluruh binatang yang hidup kala itu. Hanya orang-orang tertentu saja yang dapat selamat dengan menggunakan bahtera yang dibuat oleh Nabi Nuh AS. Begitu pula dengan binatang-bintang yang sengaja diselamatkan dengan berpasangan. Hal tersebut tentunya menjadi asal mula kembalinya peradaban umat manusia setelah banjir Nabi Nuh AS.

Para ilmuwan bahkan ramai mencoba menyimpulkan perihal terjadinya banjir bandang pada masa Nabi Nuh AS. Mereka mengumpulkan bukti demi bukti bahwa di zaman dahulu kala, memang terjadi banjir maha dahsyat memporak-porandakan peradaban manusia. Dan menenggelamkan sebagian besar daratan di Bumi. Bahkan ada di antara mereka yang mempercayai bahwasannya, efek dari banjir bandang yang terjadi adalah menghilangnya sejumlah daratan yang sekarang malah menjadi bagian dari dasar laut.

Loading...

Berbagai penelitian juga bahkan mengadakan penilitian di dasar laut, guna mencari bukti yang dapat menunjukkan betapa dahsyatnya banjir yang terjadi pada masa Nabi Nuh AS. Memang akhirnya fakta-fakta yang ditemukan meruntut pada ditemukannya bukti-bukti hasil penelitian tentang adanya kota di dasar laut, artefak-artefak, dan bukti-bukti yang lainnya.

Peradaban Umat Manusia Setelah Banjir Nabi Nuh

Keberlangsungan peradaban umat manusia setelah banjir Nabi Nuh  dimula sejak mendaratnya bahtera Nabi Nuh usai banjir bandang di bukit Judi yang hingga kini belum diketahui keberadaan pastinya. Setelah itu, umat-umat yang selamat dan binatang-binatang yang selamat mulai menjalani hari-hari baru keberlangsungan kehidupan mereka.

Dari berbagai sumber yang menjelaskan perihal ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa penyebaran umat manusia usai banjir bandang Nabi Nuh tidak terjadi dalam waktu yang singkat. Melainkan secara berangsur-angsur. Awalnya kemungkinan besar mereka mendiami satu kawasan tertentu, lantas berkembang biak dan beranak pinak di sana. Lantas mereka mulai menjalani fase nomaden, berpindah-pindah tempat untuk mencari penghidupan. Selanjutnya mereka berlayar dan mulai mencari kawasan-kawasan lain yang dapat mereka huni.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, peradaban umat manusia setelah banjir Nabi Nuh AS juga semakin menyebar di segala penjuru dunia.

Loading...
Selanjutnya : Ayat di Alkitab tentang Kerja Keras
Sebelumnya: Membuat Kliping Mahluk Hidup
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar