Undang Undang bagi Perumahan yang Menyebabkan Banjir

UU No.4 Tahun 1992 berisikan 42 pasal. Secara singkat, yang akan kita bahas di sini adalah peraturan mengenai  pembangunan setiap perumahan dan permukiman yang melakukan pemanfaatan, entah itu kewajiban, entah itu hak, entah itu warisan, dll, harus mengikuti ketentuan yang ada. Ketentuan itu adalah segala yang harus tersedia pada kawasan perumahan, termasuk kepada pengembang yang mal praktik, karena boleh jadi inilah undang undang bagi perumahan yang menyebabkan banjir.

Perencanaan dan Pembangunan Perumahan

Perumahan merupakan kelompok rumah kluster yang difungsikan sebagai permukiman warga dengan dilengkapi sarana dan prasarana lingkungan dari pengembang. Pemukiman ini tentu saja menjadi bagian dari lingkungan sebagaimana yang disyaratkan dalam UU no.4 tahun 1992 dan terlebih perlu digaris bawahi pembukaan UU.

Mengingat keberadaan pasal pasal di dalamnya, pihak pengembang tidak boleh gegabah mencari sebidang tanah, lantas membangun banyak hal di atasnya tanpa mempertimbangkan analisis dan dampak lingkungan yang ada karena ada jelas dalam pasal 24. Dari UU No.4 Tahun 1992.

Jika pihak pengembang dengan secara sengaja melanggar ketentuan ini sebagaimana disebutkan dalam dalam Pasal 7 ayat (1), Pasal 24, dan atau dari Pasal 26 ayat 1, pelakunya akan dikenai sangsi pidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau akan mendapatkan denda setinggi tingginya Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Mengapa semua ini perlu diperlakukan sesuai dengan rancangan UU berkaitan dengan lingkungan? Tentu saja, rumah baru, perkembangan komersial, jalan, dan struktur lainnya yang diperbaiki berulang ulang dapat merusak habitat sekelilingnya.

Alasan Perizinan Pendirian Perumahan

Inilah sebabnya mengapa sebelum izin perencanaan dapat diberikan kepada pengembang, kebanyakan kasus survei lingkungan harus dilakukan. Hal ini perlu diawasi oleh seorang ahli ekologi dan pihak pemerintah, warga sekitar, dan pemangku masyarakat adat. Dalam menganalisis lingkungan yang tepat membuat perumahan, dan menilai dampak pada spesies tanaman, satwa liar dan habitat alami. Serta alasan lainnya, seperti :

  • Proses konstruksi memiliki dampak yang besar pada ekologi dari bangunan yang bekerja sendiri dengan penggunaan sumber daya vital.
  • Menjadi alasan mengapa industri perumahan ini akan berperan penting dalam melindungi situs rapuh dan meminimalkan risiko dan kerusakan lingkungan.
  • Dengan beberapa perubahan sederhana untuk rencana pembangunan dan bahan proyek konstruksi bisa jauh lebih berkelanjutan dan kurang merusak ekosistem.

Apa artinya ini? Tentu saja inilah undang undang bagi perumahan yang menyebabkan banjir yang seenaknya membangun perumahan dengan tidak memperhatikan amdal yang ada. Jika dituntut, pengembang bisa dituntut dengan ayat sebagaimana yang di jelaskan sebelumnya.

Selanjutnya : All HP Blueberry
Sebelumnya: Artikel tentang Penyakit Diabetes dan Pencegahannya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...