Seba, Upacara Adat Masyarakat Baduy


Salah satu upacara adat masyarakat baduy yaitu seba. Pada bulan Mei tahun 2013 lalu digelar kembali. Upacara Seba yang diselenggarakan bulan lalu diadakan di Rangkasbitung yaitu di Pendopo Kabupaten Lebak dengan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya.

Perayaan Seba dihadiri oleh hampir seribu lebih suku baduy, baik baduy luar maupun dalam yang tersebar di tiga desa di kabupaten Banten yang keberadaannya tertutup bagi pihak luar suku baduy.

Sejak zaman dahulu suku baduy adalah salah satu suku yang mendiami di kawasan kabupaten Banten yang menolak atau tidak menggunakan fasilitas modern, seperti listrik, radio, batre dan kendaraan bermotor maupun sepeda. Pada perayaan kemarin penduduk suku Baduy ramai -ramai berjalan kaki dengan jarak tempuh 40 km untuk menghadiri upacara Seba.

Sejak zaman nenek moyang suku Baduy melakukan Seba setiap tahun. Inti diselenggarakannya tradisi ritual ini adalah untuk menunjukkan kesetiaan dan ketaatan kepada “Bapak Gede” atau kepala pemerintahan setempat dari mulai bupati sampai dengan gubernur Banten.

Berikut ini adalah pedoman Upacara Seba.

1. Sebagai kesempatan yang digunakan oleh Pemimpin Suku Baduy ( Pu’un) untuk menyampaikan laporan mengenai keadaan masyarakat Suku Baduy atas nama warga Suku Baduy

2. Menyampaikan laporan mengenai hasil panen, harapan penduduk dan menyerahkan hasil bumi yang talh berhasil dipanen selama satu tahun.

3. Rombongan Suku Baduy harus mengikut sertakan Jaro ( Orang kedua setelah Pu’un), Pemimpin atau tokoh adat Kejeroan, tokoh adat pendamping, Juru Basa ( Bahasa ) serta tokoh – tokoh pemuda lainnya, agar generasi selanjutnya tidak melupakan tradisi leluhur.

4. Pada saat penyampaian laporan, laporan tidak boleh terlalu banyak basa – basi namun harus bersifat tegas, tidak ditutupi, jujur dan apa adanya, tidak menutupi keburukan serta tidak memamerkan kelebihan. Pada saat pelaksanaan pelaporan akan terus diawasi oleh kaum sesepuh Suku Baduy.

5. Kaum pemudanya pun mempunyai peranan dalam upacara ini, yaitu agar tetap memegang teguh prinsip, pakem, pantangan serta larangan – larangan yang sudah diamanatkan oleh para leluhur mulai dari keberengkatan dari daerah asal menuju ketempat upacara berlangsung.

Demikianlah artikel mengenai Seba yaitu upacara adat masyarakat baduy. Mudah-mudahan kita mendapat manfaat dari makna yang terkandung didalam tradisi budaya bangsa kita.

Selanjutnya : Menjaga dan Merawat Bayi agar Tetap Sehat
Sebelumnya: Penjelasan Tanah Humus
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar