Informasi UU Wakaf Terbaru


UU wakaf terbaru telah diketahui oleh masyarakat luas, yakni Undang-Undang nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf. Selain itu, juga terdapat pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 42 tahun 2006 tentang pelaksanaan UU nomor 41 tentang wakaf.

Wakaf sendiri memang perlu diatur dalam UU agar memiliki dasar hukum yang kuat dalam pelaksanaannya. Keberadaan aturan atau UU yang mengatur tentang wakaf ini juga menjadi semacam legalitas praktek wakaf di Indonesia yang notabene adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
Jika wakaf tidak diatur dalam UU, maka praktek wakaf tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Selain itu, tanpa dasar hukum akan meningkatkan potensi penyalahgunaan wakaf yang mungkin malah merugikan.

Pembuatan UU tentang wakaf terbaru ini dibuat dengan menyesuaikan hukum wakaf yang berlaku dalam agama Islam agar isi UU yang mengatur wakaf tidak bertentangan dengan esensi wakaf itu sendiri. Namun, alangkah baiknya kita juga mengetahui terlebih dahulu mengenai apa itu wakaf.

Mengenal Wakaf

Sebelum membahas UU wakaf terbaru, kita harus mengerti terlebih dahulu mengenai apa yang disebut dengan wakaf. Wakaf adalah perbuatan yang dilakukan oleh orang berupa penyerahan seluruh atau sebagian harta yang dimiliki untuk keperluan ibadah atau kesejahteraan masyarakat untuk selama-lamanya.

Orang yang melakukan wakaf ini biasanya disebut dengan nama wakif. Apa syarat untuk wakif atau orang yang melakukan wakaf? Menurut syariat Islam, syarat untuk melakukan wakaf atau wakif ini tidaklah sulit,antara lain adalah telah dewasa, berakal sehat atau tidak gila, dan harta yang akan diwakafkan ini merupakan milik sendiri, serta tidak bermasalah di mata hukum.

Bagaimana proses wakaf berlangsung? Orang yang akan mewakafkan hartanya harus melakukan ikrar wakaf yang pada saat itu juga dihadiri oleh pembuat akta wakaf, dua orang saksi, dan harta wakaf diserahkan pada nadzir.

Apa itu nadzir? Nadzir sendiri adalah orang yang bertugas untuk mengurusi wakaf. Harta wakaf ini bisa berupa benda tetap atau bea bergerak. Benda apa saja sebenarnya yang dapat diwakafkan? Hal ini akan dibahas pada paragraf berikut ini.

Benda yang Dapat Diwakafkan

Berdasarkan informasi dari undang-undang wakaf terbaru, aset tak bergerak yang dapat diwakafkan antara lain adalah bangunan dan tanah. Sedangkan aset bergerak yang dapat diwakafkan, antara lain adalah logam mulia (emas, perak, dan lain-lain), uang, surat berharga, hak kekayaan intelektual, hak sewa, dan kendaraan.

Lalu, apa keuntungan bagi pelaku wakaf? Keuntungan bagi pelaku wakaf sendiri adalah pahala. Sampai di sini dulu pembahasan mengenai UU wakaf terbaru, semoga bermanfaat bagi pembaca semua.

Selanjutnya : Inilah Wisata Kuliner PKL di Denpasar Bali
Sebelumnya: Cara Membuat Anak Sehat dan Cerdas
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar