Waktu-waktu Shalat Fardhu

Waktu-waktu shalat fardhu  yang lima waktu telah ditentukan syariatnya dalam Islam. Dalam Islam ada lima waktu dalam sehari yang memang pemeluknya di wajibkan untuk melaksanakan kewajiban sebagai perintah agama.

Waktu Shalat Fardhu  

Itulah waktu-waktu shalat. Yakni di mulai dari waktu subuh, dimana waktunya dimulai dari terbitnya sang fajar shidiq hingga terbit matahari, kemudian pada waktu siang hari shalat dhuhur, waktunya dimulai setelah matahari cenderung berpindah dari tengah langit hingga apabila baying-bayang sesuatu atau benda telah sama panjangnya dengan sesuatu atau benda tersebut, kemudian sore hari ada shalat Ashar, di mulai daripada setelah waktu dhuhur berakhir hingga terbenamnya matahari. Shalat magrib dilaksanakan pada waktu magrib atau dari terbenamnya matahari hingga hilangnya awan merah senja, setelah itu di lanjutkan waktu shalat Isya’, yang waktunya berakhir hingga terbitnya fajar.

Hikmah Shalat

Hikmah pelaksanaan shalat wajib atau fardhu   tersebut yakni merupakan salah satu kebutuhan rohani manusia agar mendapatkan pencerahan dan senantiasa berbuat baik, sebagaimana jasmani memutuhkan makanan. Hal ini dapat dilihat daripada aspek terpenting pelaksanaan shalat, yakni mencegah perbuatan keji dan mungkar. Artinya hanya orang-orang yang tidak shalat saja yang cenderung perilakunya menyimpang dari kebenaran dan kebaikan. Kalaupun seseorang tersebut telah melaksanakan shalat namun masih berperilaku buruk, artinya shalatnya masih dalam bingkai lahir saja, belum membekas kepada batinnya.

Hikmah selanjutnya, shalat akan mengajarkan umat Islam lebih menghargai waktu dan memanfaatkan waktu sesuai tempatnya, artinya dari waktu-waktu yang ada tersebut seseorang akan terlatih kapan dia bekerja, kapan beristirahat dan kapan mendekatkan diri kepada Tuhan.  Penempatan shalat sesuai waktunya dan tepat waktu akan menata kehidupan seseorang pada tertib waktu dan menghargai waktu dengan tidak membuang-buang waktu yang dimilikinya.

Dua hikmah tersebut adalah sebagian daripada hikmah shalat yang begitu banyak yang tentu dalam hal ini tidak dapat kami jabarkan satu persatu.

Waktu-waktu shalat fardhu  yang ada harusnya menjadi cerminan umat Islam untuk melaksanakannya sebagai wujud penghambaannya terhadap Allah SWT, kebutuhan akan shalat harusnya ada pada diri seorang muslim sebagaimana butuhnya ia akan makan untuk badannya.

Oleh karenanya, bukti yang paling utama yang diminta Allah terhadap seorang muslim nanti di hari kiamat yakni shalat, bila shalatnya baik, baik semua amalannya, namun sebaliknya, bila shalat seseorang rusak, maka rusak seluruh amalannya.

Selanjutnya : Berbagai Contoh Tumbuhan Tahunan
Sebelumnya: Cara Mudah Menyamakan Suara dengan Piano untuk Gitar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

loading