Zat Makanan yang Dicerna di dalam Mulut Secara Kimiawi


Proses pencernaan makanan  berawal di dalam mulut. Di dalam mulut, proses pencernaan makanan berlangsung secara mekanis dan kimiawi. Proses pencernaan secara mekanis melibatkan bantuan gigi dan lidah. Dengan bantuan keduanya, maka makanan yang masuk ke dalam mulut bisa dihancurkan sehingga teksturnya berubah lebih halus.

Namun pada kesempatan ini kita tidak akan membahas kedua proses pencernaan makanan, melainkan hanya fokus membahas pencernaan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut dan zat makanan yang dicerna di dalam mulut secara kimiawi.

Kelenjar Ludah dan Fungsinya

Pencernaan secara kimiawi merupakan proses pencernaan yang melibatkan enzim-enzim, yakni sebuah zat kimia yang berperan dalam proses pencernaan. Enzim-enzim ini dihasilkan oleh kelenjar pencernaan. Di mulut, enzim yang berperan dalam proses pencernaan dihasilkan oleh kelenjar ludah, yakni kelenjar yang bertugas memproduksi ludah.

Mulut kita memiliki tiga pasang kelenjar ludah. Yakni, Kelenjar parotis yang telaknya di bawah telinga, kelenjar submandibularis yang berada di rahang bawah, dan kelenjar sublingualis yang berada di bawah lidah.

Saat kita mengalami panas dalam, dehidrasi, atau terkena penyakit, maka kelenjar ludah tidak bisa menjalankan tugasnya secara optimal. Akibatnya, produksi ludah pun ikut terganggu. Dampaknya akan menyebabkan gangguan pencernaan. Sebab, ludah sendiri  berfungsi melumasi serta membasahi makanan sehingga makanan pun menjadi mudah ditelan.

Peran Enzim

Enzim pencernaan yang terdapat di mulut adalah enzim ptialin dan enzim amilase. Enzim ptialin diproduksi oleh glandula parotis yang terletak di kelenjar ludah . Lalu, apa saja zat makanan yang dicerna di dalam mulut secara kimiawi? Tidak lain adalah zat tepung atau amilum.

Enzim ptialin akan mengubah zat tepung (amilum) yang terdapat pada makanan yang kita konsumsi menjadi glukosa. Enzim ptialin akan bekerja dengan optimal pada pH (derajat keasaman) 6,8 hingga 7 pada suhu 37⁰C.

Kemudian dengan bantuan enzim amilase zat tepung tersebut akan dipecah menjadi maltosa (gula sederhana).  Zat tepung bisa kita temukan pada sumber makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, ubi, singkong, roti, dan mie. Dengan mekanisme tersebut, zat makanan siap diteruskan ke saluran pencernaan berikutnya.

Selanjutnya : Dampak Zat Adiktif bagi Kesehatan
Sebelumnya: Apa Saja Hama Dan Penyakit Yang Meyerang Tanaman Padi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar